Benarkah Berpuasa Dapat Meningkatkan Self Control dan Menurunkan Berat Badan? Yuk Cari Tahu Faktanya!
Secara umum puasa diartikan sebagai menahan haus dan lapar selama kurang lebih 18 jam. Akan tetapi puasa tidak se-simple itu, kita juga harus mengendalikan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa dan mengurangi pahala. Dengan kata lain, selama berpuasa kita juga harus mengendalikan hawa nafsu yang dapat mendorong perbuatan maksiat. Menariknya lagi, ketika kendali diri mulai terbentuk, tubuh akan ikut merasakan dampaknya, seperti berat badan yang lebih stabil dan terkontrol. Lalu, bagaimana sebenarnya proses puasa membentuk self control hingga akhirnya turut memengaruhi perubahan pada berat badan?
Puasa Melatih Self Control dan Delayed Gratification
Secara naluri ketika tubuh lapar dan haus, tubuh manusia akan merespons sinyal tersebut dengan segera makan dan minum. Namun, ketika sedang berpuasa kita memilih untuk tidak mengikuti dorongan tersebut. Inilah bentuk nyata dari memberi jeda antara keinginan dan tindakan.
Kemampuan memberi jeda tersebut, dikenal juga sebagai kemampuan mengendalikan impuls. Impuls adalah dorongan spontan, seperti ingin makan saat melihat makanan, ingin membuka ponsel ketika bosan, atau ingin membeli sesuatu hanya karena sedang diskon. Tanpa kontrol diri, hidup akan dipenuhi respons otomatis. Apa yang terasa ingin dilakukan, langsung dilakukan tanpa berpikir apakah hal tersebut bermanfaat untuk diri kita atau tidak.
Melalui berpuasa secara alami kita akan belajar untuk melatih self control. Kita sadar lapar dan haus tetapi tidak langsung makan atau minum, justru menunggu waktu berbuka. Menunda keinginan tersebut secara perlahan akan membentuk pola pikir baru bahwa tidak semua keinginan harus segera dipenuhi.
Tidak hanya melatih self control, puasa juga mengajarkan delayed gratification. Menurut Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog dari UGM dalam wawancara pada kegiatan Pojok Bulaksumur pada 20 Maret 2023, menjelaskan bahwa berpuasa dapat melatih delayed gratification melalui menunda pemuasan dari makan, emosi, dan keinginan lainnya. Dalam psikolog delayed gratification dipahami sebagai kemampuan menunda kesenangan demi tujuan yang lebih besar dan bernilai jangka panjang.
Coba kita lihat dalam diri, apa yang kita rasakan ketika menahan makan dan minum hingga berbuka, serta menahan emosi yang impulsif? Secara tidak langsung kita menurunkan ketegangan dan stress dalam diri karena kita belajar mengelola dorongan spontan. Penundaan ini nantinya akan memberikan kenikmatan. Hal ini seperti ketika berbuka akan terasa jauh lebih nikmat. Bukan karena lapar, melainkan karena adanya kesadaran, kendali, dan kesabaran yang membuat setiap teguk dan suapan akan terasa lebih berharga.
Apa Akibat Berpuasa Tanpa Self Control?
Puasa yang pada dasarnya merupakan latihan menahan diri, akan hilang esensinya jika tidak dibersamai self control yang baik. Bayangkan Apabila berpuasa hanya berprinsip untuk menahan makan dan minum seharian,. individu akan cenderung melakukan “balas dendam” ketika berbuka. Porsi makan menjadi berlebihan tanpa mempertimbangkan gizi, mengakibatkan tubuh menjadi begah, lemas, bahkan bisa mengalami gangguan pencernaan.
Tidak hanya itu, tanpa self control yang baik, emosi juga akan mudah meledak. ketika tubuh lapar, reaksi emosi seperti marah; tidak sabar; dan bicara tanpa berpikir panjang bisa terjadi. Hal ini mengakibatkan puasa menjadi tidak tenang dan tidak bermanfaat.
Begitu pula dengan waktu. Apabila waktu tidak dimanfaatkan dengan baik untuk mendekatkan diri kepada Allah atau melakukan kegiatan produktif lain, maka puasa hanya sebagai sarana mengubah jadwal makan, bukan membentuk karakter.
Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda, “Puasa adalah perisai. Maka apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia mengatakan: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari No. 1904, HR Muslim No. 1151)
Cara Meningkatkan Self Control Agar Berat Badan Menurun
Salah satu manfaat yang bisa kita dapatkan apabila melatih self control selama berpuasa yaitu berat badan yang lebih terkontrol. Secara fisiologis ketika berpuasa, cadangan energi dalam tubuh seperti lemak akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi harian sehingga berat badan juga akan ikut menurun. Namun, hasil tersebut sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola diri. Self control yang baik mendorong kita untuk lebih bijak dalam mengelola asupan yang kita makan. Lalu, seperti apa bentuk self control yang dapat membantu menurunkan berat badan selama berpuasa?
Hal utama yang perlu dilakukan yaitu mengatur pola sahur dan berbuka dengan komposisi gizi yang seimbang. Cukupi asupan karbohidrat, protein, vitamin, serat, dan cairan yang membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan dapat mensuplai energi untuk tubuh. Contohnya ketika sahur kita bisa fokus untuk makan-makanan yang berserat dan protein tinggi agar kenyang lebih lama, kemudian berbuka dengan makanan manis seperti kurma atau buah segar dan minum air putih secara cukup. Lebih baik hindari makan gorengan atau makanan berat secara berlebihan ketika berbuka. Ingat perbanyak gizi, bukan perbanyak porsi.
Apabila kita mengendalikan asupan yang kita konsumsi selama berpuasa, perubahan fisik akan mengikuti. Akibatnya berat badan juga akan lebih terkontrol. Dengan kata lain, ketika pengendalian diri berjalan seiring dengan pola makan yang bijak, puasa bukan hanya berdampak pada ketenangan batin, tetapi juga memberi dampak yang positif pada kondisi fisik.
Pada akhirnya, puasa tidak hanya tentang menahan lapar, tetapi juga mengenai bagaimana kita mampu melatih self control. Kita belajar bahwa manusia itu mampu menunda, mengatur, dan memilih dengan sadar apa yang mereka butuhkan. Ketika kemampuan tersebut terbentuk akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Pola hidup akan lebih teratur sehingga batin menjadi tenang, dan fisik pun semakin bugar. Oleh karena itu, yuk perlahan kita bentuk self control yang lebih baik pada bulan Ramadhan tahun ini.
Referensi:
Reyna, V. F., & Wilhelms, E. A. (2017). The Gist of Delay of Gratification: Understanding and Predicting Problem Behaviors. Journal of behavioral decision making, 30(2), 610–625. https://doi.org/10.1002/bdm.1977
https://ugm.ac.id/id/berita/23577-pakar-ugm-jelaskan-manfaat-puasa-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/
https://mui.or.id/baca/mui/2-hadits-ini-tegaskan-keutamaan-jaga-lisan-selama-berpuasa
https://psikologi.uin-malang.ac.id/self-control-esensi-puasa-di-bulan-ramadhan-bagi-warga-muslim/
https://hellosehat.com/nutrisi/berat-badan-turun/puasa-menurunkan-berat-badan/
Penulis : Annisa Fadhilah
