Preloader
img img

Siswa yang Terdaftar

img
Dapatkan Lebih Banyak Tentang Kami

Connect to Care SBMH Program

Connect to Care School-based Mental Health Program Indonesia adalah pilot project yang berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Program ini sejak Mei 2023 di Yogyakarta, menyasar Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan pendekatan menyeluruh (whole school approach), meliputi asesmen psikologi dan pembangunan kapasitas tentang kesehatan mental pada siswa, guru, dan orang tua/wali. Program berlangsung melalui empat tahapan, dimulai dari 1) Asesmen dan Pengolahan Hasil Asesmen, 2) Pelaporan Asesmen dan Desain Intervensi, 3) Implementasi Intervensi, dan 4) Evaluasi. 

 

* Pendidikan * Sistem * Bisa * Membuat * Mengubah *
img
img
FAQ

Connect to Care School-Based Mental Health Program

Peduli Kesehatan Mental Siswa, Guru, Orang Tua

SBMH dapat membuka akses warga sekolah dan orang tua siswa terhadap layanan kesehatan, memungkinkan adanya identifikasi dan penanganan dini masalah kesehatan mental.

School-Based Mental Health (Kesehatan Mental Berbasis Sekolah) adalah pendekatan yang menyediakan layanan kesehatan mental langsung di lingkungan sekolah. Program ini dirancang untuk membantu siswa mengatasi masalah emosional, psikologis, dan perilaku yang mungkin memengaruhi pembelajaran dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Layanan ini dapat mencakup konseling individu atau kelompok, penilaian kesehatan mental, intervensi krisis, serta program promosi kesehatan mental yang lebih luas.

  1. Asesmen Awal, meliputi asesmen kondisi kesehatan mental (tingkat depresi dan kecemasan), iklim sekolah, dan iklim keluarga
  2. Intervensi, meliputi pelatihan keterampilan mengenali kesehatan mental, pertolongan pada masalah kesehatan mental, manajemen emosi, dan peer-counseling kepada Guru, Siswa, Orang Tua
  3. Monitoring dan Evaluasi program

Selama program, Guru BK membantu tim SBMH untuk mensosialisasikan program kepada siswa, memandu asesmen siswa dan orang tua. Selain itu, Guru BK akan dilatih materi psikoedukasi yang akan diberikan kepada siswa pada jam pelajaran BK. Guru BK diharapkan melakukan pemantauan terhadap kesejahteraan mental siswa dan bersedia memberikan bantuan apabila terdapat siswa yang memerlukan dukungan psikologis dasar. 

Kepala sekolah bertanggung jawab pada:

  1. Persetujuan program dilaksanakan di sekolahnya.
  2. Pemberian asesmen sekolah pada tahap awal program.
  3. Kelancaran sosialisasi program untuk guru, siswa, dan orang tua.
  4. Kelancaran kegiatan selama program berlangsung.
  5. Pemberian testimoni dan pengawasan atas dampak program.
  6. Pembentukan kerja sama dengan klinik/puskesmas terdekat dalam rangka memastikan rujukan berjalan sesuai alur program. 

Testimonial Kami

Apa yang Siswa Pikirkan dan Katakan Tentang Kami

umpan balik yang tulus dari siswa kami tentang pengalaman mereka dengan pengajaran kami

img

Sarah K

“ Rekomendasi untuk pemula ”

img

Rico rendra

“ waw sangat menarik brader ”

img

Zaky asyhari

“ - ”

img

Muhammad Iwansyah

“ Website edukasi yang sangat rekomendasi ”